Diberdayakan oleh Blogger.
 
 
Selasa, 03 Maret 2015

Artikel : Disorientasi Suporter

Warna Persebaya Surabaya adalah hijau. Tak pernah berubah. Dari dulu hingga sekarang. Tapi, dalam beberapa tahun belakangan selalu ada warna lain di tribun Gelora 10 November Surabaya. Begitupula di stadion anyar Surabaya : Gelora Bung Tomo. Selalu ada biru diantara hijau. 

Pemandangan yang ganjil. Perpaduan yang tak lazim. Bukankah biru merupakan warna kebesaran Arema Malang-tim yang selalu berada di seberang mata dan hati pendukung Persebaya, Bonek. 

Argumentasi yang mudah dipatahkan memang. Sebab, warna biru yang menyembul di Gelora 10 November maupun Gelora Bung Karno bukan seragam Arema. Tidakpula atribut Aremania-suporter Arema. Tapi, biru yang menjadi atribut Bobotoh-pendukung Persib Bandung. Kendati begitu, menyeruaknya warna biru itu sulit dinalar. Karena, sekali lagi, warna Persebaya adalah hijau. 

Warna lain seperti itu tak hanya di Surabaya. Di Stadion Kanjuruhan, Malang pun serupa. Setiap kali Arema bermain di stadion yang terletak Malang bagian selatan tersebut, selalu ada warna oranye di tribun. Juga di jalanan menuju stadion. Oranye yang merupakan warna Persija Jakarta saat ini (seragam terdahulu Persija adalah merah bata). 

Tak sekedar warna, tapi juga nama. Nyaris di seluruh laga Arema-bukan saja di Kanjuruhan-tidak sedikit Aremania yang membentang syal yang tak hanya tertulis nama tim kebanggaannya. Namun, syal yang menyandingkan nama Arema dan Persija. Padanan warna dan nama yang tentu saja terasa aneh.

Dan keganjilan itu tidak hanya di Surabaya-Malang. Warna lain tersebut menjamur dimana-mana. Sebut saja Lamongan, Sidoarjo, Kediri, atau Bojonegoro. Setiap ada pertandingan di stadion kota-kota tersebut, selalu menyeruak warna dan simbol di luar tim kebanggaan suporter setempat. 

Kebiasaan yang sama itu menjalar ke dataran Jawa lainnya. Bandung dan Jakarta misalnya. Senantiasa ada hijau-warna Persebaya-di tengah lautan biru saat Persib berlaga. Bukan saja di Stadion Siliwangi, Bandung, tapi juga di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Jakarta tak berbeda. Warna biru-identitas Arema-nyaris tidak pernah ketinggalan bergumul dengan warna oranye ketika Persija bertanding. 

Aneh dan tentu saja sulit dinalar. Apalagi, kemunculan warna lain itu di tengah-tengah suporter yang kini begitu fanatik terhadap kesebelasannya. Bahkan, juga di saat ada yang menyombongkan diri bahwa sepak bola adalah agama keduanya.

Tapi, justru di tengah fanatisme dan penyombongan diri itulah mereka ternyata tak mampu memaknai kesucian warna dan atribut klubnya. Para suporter justru melenggang santai ke stadion dengan seragam tim lainnya. Mereka juga begitu bersemangat membentangkan tinggi-tinggi syal bertulis klub lain. 

Entah apa yang ada di hati mereka. Yang jelas sulit menakarnya. Seperti halnya yang terjadi di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 30 Mei 2010 silam. Seperti tanpa dosa, ribuan suporter Persija turut larut dalam suka cita Aremania yang merayakan gelar juara yang direbut Arema. Padahal, ketika itu Singo Edan-julukan Arema-mempermalukan Persija dengan skor yang sangat-sangat mencolok 5-1. 

Atau laku yang dijalankan Bobotoh selama ini. Mereka seperti menanggalkan sejarah tim kebanggaannya. Mereka alpa bahwa Persib pernah dilukai Persebaya pada kompetisi 1987/1988. Untuk memuluskan langkah meraih makhota juara, Persebaya sengaja bermain imbang 1-1 dengan Persija. Strategi itu dipilih untuk menyingkirkan Persib. Hasil seri itu agar Maung Bandung-julukan Persib-tidak lolos ke semifinal. Bagi Persebaya, Persib harus disingkirikan karena merupakan sandungan terbesar merebut juara. 

”Kalau sampai kami bertemu Persib di final berarti bagi kami juara. Secara materi mereka sangat bagus dan secara geografis juga lebih dekat ke Jakarta sehingga bakal didukung lebih banyak suporternya,” cerita Mustaqim, striker Persebaya kala itu. Pilihannya Persib harus dihentikan tanpa harus melawannya. Strategi itu akhirnya mengantarkan Persebaya ke podium juara. Dan kini Bobotoh lupa akan rasa sakit itu.

Naif memang fenomena warna lain ini. Apalagi, warna lain ini juga menyuburkan permusuhan. Mereka yang tak pernah bersinggungan justru kini dengan ringan saling melepaskan caci-maki. Juga dengan mudah saling melukai, bahkan menghilangkan nyawa yang lainnya. 

Mereka melupakan orientasinya : bahwa suporter ada, suporter lahir untuk memberi dukungan kepada tim kesayangannya. Tidak lebih. Suporter bukan partai politik. Jadi tak sepantasnya berkoalisi.

sumber - http://arekmantup.blogspot.com/2014/02/disorientasi-suporter.html
Minggu, 25 Januari 2015

Persija Jakarta vs Gamba Osaka 24/01/2015


Friendly Match : Persija Jakarta (Indonesia) vs Gamba Osaka (Jepang) : 0-4
Gelora Bung Karno Stadium, Jakarta
Persija Jakarta (The Jak Mania)










Kamis, 23 Oktober 2014

Riot Persis fans vs Police 22/10/2014


Persis Solo vs Martapura FC 22/10/2014
Std.Manahan Solo
Divisi Utama Liga Indonesia 2014 ( 8 Besar )
Riot Persis fans vs police today, 1 of fans died after being shot in the chest by Police
RIP Joko Riyanto ( Pasoepati, Persis Solo Fans )
#ACAB



















VIDEO = 



Sabtu, 18 Oktober 2014

Apa Itu Rasis ? By, Hinca Panjaitan


Kedatangan Hinca Panjaitan ke Malang untuk menengok pagelaran babak delapan besar Indonesia Super League [ISL] 2014, Minggu (12/10), dimanfaatkan betul oleh sejumlah awak media. Utamanya untuk mengetahui prosedur bagaimana komisi disiplin [komdis] yang diketuainya untuk menanyakan beberapa hal.

Salah satu hal yang ditanyakan adalah soal lagu rasis. Hal ini terkait dengan banyaknya sanksi yang diberikan oleh komisi disiplin tentang rasis. 

"Saya senang bisa berbicara dengan media, karena ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menjelaskan hal itu. Biar, semua orang tidak menuduhkan kami hanya senang memberi sanksi tetapi enggan datang ke Stadion tanpa melihat langsung bagaimana proses," kata Hinca Panjaitan.

Hinca menjelaskan jika selama 90 menit pertandingan, Aremania memberikan suport kepada tim dengan sangat baik. Hinca sendiri menyatakan menolak jika lagu Aremania ada yang rasis karena dia punya pengertian soal itu.

"Rasis adalah perkataan ataupun ucapan yang bisa disuarakan lewat lagu-lagu yang membuat lawan merasa tidak nyaman di lapangan, selama 90 menit tidak ada perkataan rasis Aremania yang ditujukan kepada Persipura," kata Hinca.

Soal lagu kepada Bonek, Hinca menilai hal itu tidak dianggap rasis karena Persebaya tidak sedang bertanding. Tetapi, sebenarnya pernyataan Hinca terlihat ambigu mengingat beberapa bulan lalu Arema terkena denda 250 juta dengan alasan menyanyikan lagu rasis. Jelas laga itu bukan melawan tim yang di lapangan karena ada pada saat Arema bertemu dengan Persija, 18 Mei 2014.

"Bukan, bukan karena itu. Nanti saya lihat dokumennya. Memang perlu diskusi yang sangat panjang untuk hal ini, tidak cukup di bahas dalam jumpa pers," kata Hinca yang membuat diskusi itu mengambang sejenak dan langsung beralih mendiskusikan flare.

Anda setuju?

Link - www.wearemania.net

Kasta Manusia Di Stadion


"KASTA MANUSIA DI STADION"

1. MURNI SUPPORTER

Orang yang dikategorikan dalam kelompok ini adalah orang yang memiliki jiwa supporter, dari rumah memang sudah niat mau mendukung tim secara total dan ketika sampai di stadion pun orang ini pasti langsung merapat ke tribun Supporter untuk bergabung bersama kawan supporter lainnya. Orang tipe ini mudah dikenali, PASTI MEMAKAI ATRIBUT, atau identitas Supporter. #Cek aja deh kalo ga percaya

2. PENONTON

Yaks, PENONTON.. orang yang dari rumah berdandan sangat rapih kadang membawa anggota keluarganya dan duduk di tribun tertutup atau terbuka namun dia hanya duduk manis menyaksikan laga berjalan sambil sesekali mengeluarkan rasa gemas terhadap pertandingan yang seru. Orang tipe ini biasa kalau terpancing oleh permainan pemain lawan ia akan melempar barang-barang yang ada (Botol, Kertas, Plastik jajan dll)

3. PENIKMAT BOLA.

Orang tipe ini datang hanya untuk menikmati jalannya pertandingan kedua tim. Sambil berkomentar tentang pertandingan tersebut dan tak jarang sedikit emosional koment nya.. hingga kata kasarpun keluar
orang tipe ini gampang memancing emosi supporter tamu lewat aksinya.
Ciri Ciri: Pakaian Bebas (gak rapi, biasanya pake kaos bola), duduk di tribun umum.

4. PEDAGANG ASONGAN.

yaks, pasti tau lah orang tipe ini..
datang berdandan seadanya sambil membawa barang dagangannya, tanpa ada niat sama sekali untuk menyaksikan pertandingan..
Tapi kadang kasian sama Orang tipe ini, karena biasanya orang ini yang selalu MENJADI KORBAN bila ada GESEKAN bahkan CHAOS antar supporter
Senin, 14 Juli 2014

History Of Ultras Gresik


Dengan 13 personel untuk mendukung sebuah tim besar pada masanya komunitas yang benama Ultras berangkat ke Solo guna mendukung tim kebanggaan Kota Gresik ,remaja asli Gresik “LUKI” seorang mahasiswa Malang pada waktu itu memberikan nama pada rombongan itu dengan nama ULTRAS yang bermakna Ulah Trampil dan Rasional.

ULTRAS MEMANG SLALU "ANARKI" .?


ULTRAS MEMANG SLALU "ANARKI" .?

yaps, yang dimaksud disini adalah ANARKI atau ANARKISme dalam arti sebenarnya bukan dalam arti wartawan media massa atau pemerintahan loh.. ANARKI adalah paham yang mengejar KEMERDEKAAN INDIVIDU tanpa negara sebagai regulator/otoritas yang selalu memaksa didalam pelaksanaan tugasnya.

Indonesian Suporter "Save Gaza"


Indonesian Suporter "Save Gaza"
Konflik yang ada di Gaza,Palestina yang memakan banyak korban jiwa . Membuat Beberapa suporter di Indonesia turut peduli dengan konflik disana . Berikut beberapa foto Suporter Indonesia yang membuat atraksi tentang "save gaza"

Minggu, 22 Juni 2014

Arek Bonek 1927 - Anniversary Ke-87th Persebaya 1927

 
Arek Bonek 1927 - Anniversary Ke-87th Persebaya 1927
"Tak Berlaga Bukan Berarti Tak Ada"
Mess Eri Irianto Surabaya (Jawa Timur)
RESPECT
Kamis, 05 Juni 2014

Derby Blitar , Psbi Blitar vs Psbk Blitar 04/06/14

Derby Blitar , Psbi Blitar vs Psbk Blitar 04/06/14
Divisi Utama Liga Indonesia 2014
Ultras Psbi ( Psbi Blitar Suporter )
Stadion Blitar , Jawa Timur
Best Photo Action
父 ULTRAS IN INDONESIA | SUPPORT YOUR LOCAL TEAM | 12 ALL BROTHERS 父

Updates Via E-Mail

Popular Post

Article

Best Photo

Video